29/07/17

#yolotrip : Hong Kong - Lantau Island & New Territories #02

Senin, 8 May 17

setelah kemarin gerimis di pagi dan malam, akhirnya hari itu cerah. Alhamdulillah.

itinerary gw set jam 8 berangkat dari hotel. Tapi mbak-mbak ini lelah lahir batin, ternyata baru bangun tidur jam............................
.
.
.
.
.
10 Pagi. Hahah. Kzl.
Sedih kan. Setelah itinerary kemarin gw sukses total, hari ini langsung gagal total. Hahaha.
Tapi jangan kecil hati. Udah jauh ke sini, segalanya musti diperjuangin. Semangat pejuangquuu.


Tujuan hari ini visit ke Lantau Island, di situ ada wisata religi agama Buddha yaitu, Big Buddha atau Po Lin Monastery.
dan setelahnya, lanjut ke New Territories, daerah Mongkok dan Kowloon aja sih.
Gausah pake itinerary, langsung Caaaaabs.


MRT Cwb - Thung Chung.
Station paling ujung dan 2x nyebrangin pulau jadi agak mahal farenya.
perjalanan satu jam.
station Thung Chung ini connected dengan Thung Chung Bus Terminus (kalo mau naik bis ke tujuan, $ 17.5, 45 menit perjalanan) dan Shelter Ngong Ping 360⁰ (+- $ 160, semacam kereta gantung selama 25 menit).
di samping kere, untungnya kereta gantung ini lagi maintenance. Bisa irit, sis.


Tips ke Po Lin Monastery:
* Bawa topi/sunglasses, karena mataharinya terik banget. Gw terpaksa beli topi karena silau berat.
* Pake baju yg nyaman, karena ternyata udaranya dingin (walau terik). Pas diliat geografisnya, emang dataran tinggi sih. beti di puncak deh




.

Bus Fare. Hari Minggu beda $10. blah

Thung Chung Bus Terminus. Karena Po Lin Monastery terkenal, antre bus nya panjaaaang banget. Kaya antre dufan. sempet resah takut lama, EH. langsung dapet bis ke-2. System runs soooo well here.

No. Bus 23

Main Gate

Cakep khaaaan? Topinya. Guenya juga cakep khaaaan

Tangga nun jauh sekali.... tinggi pula


Selfie with Big Bros. Di tangga, climbing dengan susah payah dan dalam keadaan laper berat. terakhir makan itu kemarin pagi. sebelum berangkat ini, gw sempet beli sandwich yg mudah2an halal di Sevel. tapi baru sempet dimakan siang, di taman dekat area sini. luv yhaa.
Sandwich insyaAllah Halal


Peacefully. Oya, sebenernya agak risky juga sih gw ke Hong Kong terlalu dekat dengan perayaan Waisak. salah2 nanti malah gabisa ke mana-mana kalau attraction pada tutup/

itu dia, Po Lin Monastery Temple yg sesungguhnya. Cuma gw gak ke sana, karena kesiangan jadi dari jauh aja.



jam 2 siang, gw leaving Lantau dan lanjut ke area Mongkok.
sebenarnya tujuan akhir gw ke Mongkok adalah mau liat Symphony of lights dari Avenue of Stars.
So, gw sampe area Prince Edward-Mongkok-Kowloon-Tsim Sa Tsui kegiatan gw cuma nyebrang aja rame-rame, foto-foto.

tapi sempet juga belanja dikit ke Ladies Market, dan di tengah2 situ ternyata ada rumah makan india (namanya The Food Full of Spices) !!! daaaan karena laper berat, gw makah di situ karena HALAL.
Walaupun sebel agak mahal (IDR 140an) tapi menunya banyak, dan untung Enak!

buttery chicken something lupa namanya

Ada Hot Star, ada hawker gorengan, tapi gw gak beli. padahal pengeeeen nyobaik hiks. tapi karena banyak mengandung unsur pork, jadi yang sabar ya kalo jalan ke sini :')

Nathan Road, Mongkok-Kowloon


Kegiatan menyebrang jamaah
ya. 
hari ini fleksibel aja, sampe pas jam 8 malam gw nongkrong di avenue of the stars dan nungguin light show. Tapi, gw lebih suka sama watershow yg di Singapore. He He. Sorry gan.

Hong Kong Mainland (di seberang situ)
Gila, bayar listrik se-Hong Kong berapa ya? Terang semua, heran ane
ya, begitulah
hari ini alhamdulillah bisa makan dengan label HALAL yang susahnya minta ampun.
Pulang ke hotel jam 10 malam, di exit F MTR Cwb ada llao llao looooh. Waaaaaw, cool kan.
Senang-nya.
akhirnya tiap malam gw makan llao-llao demi menghibur diri. Aku cinta Hong Kong. Tapi mahal, bete.
Favoritqu. Choco Granole sama Almod aja, no syrup.


xo,
Dyah

#yolotrip : Hong Kong - Macau #01 (Part 2)

7 May 2017 - Minggu Gerimis


Lanjut ceritanya,

terakhir gw sampe di Macau Outer Ferry Harbor.

setelah tuker duit ke MOP (sebenernya bisa pakai HKD, tapi jatuhnya akan sedikit lebih mahal. Octopus card gak berlaku di sini, karena ada system sendiri namanya MacauPass, tapi karena gw cuma sehari jadi merasa gak perlu)


Pas di depan harbor adalah terminus (terminal gede, gw lupa apa namanya)
Tujuan gw ke Ruin of St. Paul, which should take bus to Almeida di Ribeirio. Bus no.3, dengan harga < 4 MOP.

fyi, as of 2017 Macau belum punya MTR. So, gw sangat mengandalkan bus yang sudah sangat bagus sistemnya.
Sebelum berangkat, ada baiknya bikin itinerary yang sudah include shelter pemberentiannya (karena, surprisingly shelter baru tersedia dalam Mandarin dan Portugis doang) sehingga di satu shelter gw butuh 10-15 menit untuk baca rute bus tertentu. Sad :')
atau paling tidak tujuan pergi lo harus jelas, jadi gampang kalo nanya orang di sana.
kemarin gw bikin itinerary juga masih capruk banget, tapi gw detail tujuannya. Jadinya, nama destinasi gw mirip-miripin dengan Bahasa Portugisnya. Orgil emang.

Macau itu kecil, tapi system bus-nya OK tapi rutenya cukup rumit. Kayak Bandung kali ya.
Gw naik bus yang benar dengan arah yang salah bikin bayar jadi double, wkwkw. Hal sepele gini yang mrintil tapi kejadian beberapa kali dan bikin duit gw abis :')

(selanjutnya akan gw ceritakan via foto ya)


Pas malem, gw udah buta arah dan gak menemukan shelter untuk balik ke Macau Outer Harbor. Literally.

Gw (hampir) ga bisa pulang.

Gw gatau harus ke naik bus apa, ke arah mana, turun di mana (karena itinerary gw capruk tadi). Gw berharap bisa balik ke tempat awal gw naik bus, which is Ferry Terminal.

Last hope adalah naik bus no. 32 turun di Estrada do Reservatorio, yang 'menurut gw' jalan kaki dikit ke Macau Outer Harbor. Ternyata, turun di halte sendirian, dan nyebrangin bendungan. Malah, jalan kaki muterin bendungan :')

Untungnya, mulai gelap magrib itu jam 7 malam. Masih banyak orang yang jogging di pinggir bendungan. At least, walau nyasar tapi ane gak sendirian gan. Ngedumel sendiri juga gak ada yang ngerti. Dan dengan senang hati (sekaligus capek setengah mati), gw pulang ke Hong Kong dan tidur sepanjang perjalanan ferry. Muahahaha.

fyi, saat berangkat gw dalam kondisi yang tidak terlalu fit. Kurang tidur, dikejar deadline, balik malem karena kerjaan. Satu-satunya yang bikin gw melek adalah karena gw jalan sendiri. So Happy!



note:
* 2017 Google Maps udah super canggih, apalagi untuk informasi transportasi di Negara yang full integrated system, akan SANGAT MUDAH. Rute, shelter, bahkan range fare sudah tersedia. Tinggal arrange aja yes.
* Referensi travel blog juga sangat membantu, banget. Cuma kebanyakan baca informasi jangan sampe bikin bingung. Masing2 cerita ada flownya, cari benang merahnya aja. Jangan semua diikutin, kecuali duit mu emang unlimited :p




-- blog ini dibuat, sambil ngantor. Nunggu loading excel lama benget --
dan diposting berminggu2 setelahnya. di hari Sabtu yg mager


Macao Outer Ferry Harbor

Foto sama orang lokal yang gabisa bahasa Inggris. Once in a lifetime person gw nih! 

Senado Square Area. Semua walk distance! itinerary gw sukses total pas di Macao. Emejing.

The Overrated Ruin of St. Paul
Long ago, gw pernah liat ada temen gw anak orang kaya yang foto di depan ini. Wow, ini dimana? ini apa? Suatu saat gw mau ke sini.
Aamiin.
Ya, Alhamdulillah diberikan jalan.
*melow dikit gapapa*

Must visit, Macao National Museum. $ 15 (2017). Jangan ke sini hari Senin, Tutup. Bagus dan yg penting, Adem!

Macao Aisle, ke arah Christchurch Protestant Cemetary.
di depan taman pemakaman yg cantik, ada taman untuk kongkow dan wifinya kenceng. Ramai.
Sampe bisa videocall-an sama mama. Di depan kuburan. Hahahhaa

Sedih karena harga bungee jump di #1st Highest Spot in da world ini Rp 6 juta. Weheew

Nyasar. Udah pesimis pengen langsung pulang, eh malah ketemu hidden gems. lol

Back to Hong Kong, babes. Capek Berat. Tidur sepanjang jalan Hahaha




xo,
Dyah